/ BAB VIII

Pasal 41

Lembaga Pendidikan Teologi di HKBP ada 5 (lima), yaitu:


1. Sekolah Tinggi Theologia (STT) HKBP.
2. Sekolah Tinggi Guru Huria (STGH) HKBP.
3. Sekolah Tinggi Bibelvrouw (STB) HKBP.
4. Sekolah Tinggi Diakones (STD) HKBP.
5. Sekolah Pendeta HKBP Maksud dan Tujuan:
1. Mempersiapkan para pelayan Firman Tuhan yang penuh waktu di HKBP untuk melayani jemaat, melalui Khotbah, Penggembalaan Rohani dan pelayanan lainnya.
2. Membangun kerjasama seluruh calon pelayan penuh waktu di Jemaat.
3. Memikirkan dan mengajarkan Teologi yang relevan dengan pelayanan di tengah-tengah Jemaat dan masya rakat.
4. Menyusun Kurikulum yang relevan dan saling melengkapi dengan Lembaga Pendidikan Teologi.
5. Memikirkan pelayanan yang relevan di jemaat dan membantu para pelayan untuk melayani di HKBP.
6. Semua Pimpinan Lembaga Pendidikan Teologi bertanggung jawab kepada Ephorus HKBP.
1. SEKOLAH TINGGI THEOLOGIA (STT) HKBP
a. Sekolah Tinggi Theologia (STT) HKBP adalah tempat belajar untuk mempersiapkan yang akan menjadi Pendeta.
b. Perguruan Theologia ini terbuka untuk warga jemaat diluar HKBP yang sedogma dengan HKBP.
c. Sekolah Tinggi Theologia (STT) HKBP bekerja sesuai dengan Keputusan Sinode Agung dan Aturan yang berlaku yang di Sekolah Tinggi Theologia (STT) HKBP.
d. Sekolah Tinggi Theologia (STT) HKBP sebagai Perguruan Tinggi di Indonesia, menuruti aturan-aturan Perguruan Tinggi yang berlaku di Negara Republik Indonesia.
e. Penanggungjawab urusan Sekolah Tinggi Theologia (STT) HKBP ke dalam dan ke luar adalah Pimpinan HKBP.
f. Ketua Sekolah Tinggi Theologia (STT) HKBP bertanggung jawab kepada Ephorus
2. SEKOLAH TINGGI GURU HURIA (STGH) HKBP
a. Sekolah Tinggi Guru Huria (STGH) HKBP adalah tempat pengajaran untuk mempersiapkan Guru Huria.
b. Ketua Sekolah Tinggi Guru Huria (STGH) HKBP dipilih oleh Pimpinan HKBP.
c. Sekolah Tinggi Guru Huria (STGH) HKBP sebagai Perguruan Tinggi di Indonesia, menuruti aturan-aturan Perguruan Tinggi yang berlaku di Negara Republik Indonesia.
d. Sekolah Tinggi Guru Huria (STGH) HKBP bekerja sesuai dengan Keputusan Sinode Agung dan Aturan yang berlaku di Sekolah Tinggi Guru Huria (STGH) HKBP.
e. Penanggungjawab urusan Sekolah Tinggi Guru Huria (STGH) HKBP ke dalam dan ke luar adalah Pimpinan HKBP.
f. Ketua Sekolah Tinggi Guru Huria (STGH) HKBP bertanggung jawab kepada Ephorus.
3. SEKOLAH TINGGI BIBEL VROUW (STB) HKBP
a. Sekolah Tinggi Bibelvrouw (STB) HKBP adalah tempat pengajaran untuk mempersiapkan Pengkhotbah Perempuan.
b. Ketua Sekolah Tinggi Bibelvrouw (STB) HKBP dipilih oleh Pimpinan HKBP.
c. Sekolah Tinggi Bibelvrouw (STB) HKBP bekerja sesuai dengan Keputusan Sinode Agung dan Aturan yang berlaku di Sekolah Tinggi Bibelvrouw (STB) HKBP.
d. Sekolah Tinggi Bibelvrouw (STB) HKBP sebagai Perguruan Tinggi di Indonesia, menuruti aturan-aturan Perguruan Tinggi yang berlaku di Negara Republik Indonesia.
e. Penanggungjawab urusan Sekolah Tinggi Bibelvrouw (STB) HKBP ke dalam dan ke luar adalah Pimpinan HKBP.
f. Ketua Sekolah Tinggi Bibelvrouw (STB) HKBP bertanggung jawab kepada Ephorus
4. SEKOLAH TINGGI DIAKONES (STD) HKBP
a. Sekolah Tinggi Diakones (STD) HKBP adalah tempat pengajaran kaum perempuan untuk melayani jemaat dan di masyarakat dalam bidang Pelayanan Sosial.
b. Ketua Sekolah Tinggi Diakones (STD) HKBP dipilih oleh Pimpinan HKBP.
c. Sekolah Tinggi Diakones (STD) HKBP bekerja sesuai dengan Keputusan Sinode Agung dan Aturan yang berlaku di Sekolah Tinggi Diakones (STD) HKBP.
d. Sekolah Tinggi Diakones (STD) HKBP sebagai Perguruan Tinggi di Indonesia, menuruti aturan-aturan Perguruan Tinggi yang berlaku di Negara Republik Indonesia.
e. Penanggungjawab urusan Sekolah Tinggi Diakones (STD) HKBP ke dalam dan ke luar adalah Pimpinan HKBP.
f. Ketua Sekolah Tinggi Diakones (STD) HKBP bertanggung jawab kepada Ephorus.
5. SEKOLAH PENDETA HKBP
a. Selain Sekolah Tinggi Theologia (STT) HKBP, bisa dibuka Perguruan yang akan mempersiapkan yang akan menjadi Pendeta dari Pelayan Guru Huria, Bibelvrouw, Diakones sesuai kebutuhan.
b. Direktur dan Tenaga Pengajar Sekolah Pendeta HKBP dipilih oleh Pimpinan HKBP.
c. Rapat Praeses yang dipimpin oleh Ephorus mempertimbangkan penga daan Sekolah Pendeta HKBP ini.
d. Hatopan melalui Pimpinan HKBP yang menentukan peserta didik di Perguruan tersebut.
e. Direktur Sekolah Pendeta HKBP bertanggungjawab kepada Ephorus HKBP
a. Guru Huria HKBP yang akan masuk ke Sekolah Pendeta HKBP yang telah melayani di HKBP sedikitnya 10 tahun.
b. Menerima Surat Rekomendasi dari Pendeta Resort yang disetujui oleh Praeses